About eliabarasila

Saya seorang ibu, dengan 4 orang anak dan seorang cucu. Hobbyku membaca, menulis, dan apapun yang berbau seni. Saat ini mengerjakan pembuatan sepatu-sepatu yang nyaman dipakai tanpa lecet.

Yang lagi Happening beberapa hari yll: Pameran anak diterima di PTN.

Pagi hari sebelum pengumuman SBMPTN, aku sudah berjanji, bahwa aku tidak akan posting tentang status kelulusan ujian SBMPTN anakku. Baik dia lulus ataupun tidak lulus. Aku pikir, kalau lulus berarti aku pamer, sudah jelas itu.

Sejak tahun lalu, suka gimana gitu yaa perasaanku ketika melihat teman sejawat yang mengucapkan alhamdulillah posting di wall FB nya mengucapkan syukur atas diterimanya  putra-putrinya di PTN. Padahal ketika itu tidak ada anakku yang tamat SMA. kupikir buat apa ya mereka memajang rasa syukurnya di wall FB? bukankah bisa bersyukur dengan cara lain. Bukan kah itu hanya untuk pamer dan membanggakan diri bahwa anaknya sudah sukses. Sah-sah saja sih, dan kemudian teman-teman mengucapkan selamat atas kesuksesan tersebut.

Dan hari itu, wall wall di FB dipenuhi dengan pemberitaan kelulusan putra-putri teman-temanku di PTN… hmmm memang sesuatu yang membanggakan. Tidak bisa dipungkiri lah, merasakan kesuksesan dalam mendidik anak-anaknya sehingga akhirnya mereka bisa masuk ke universitas negeri.

Perasaanku bagaimana ya.. ngiri-ngiri sedap gitu, antara ngiri dan nggak ngiri juga sih.

Kalau mau dibilang ngiri.. ya nggak ngiri-ngiri amat sih… kalau dibilang ngiri, ya ngiri juga. Karena aku pun ingin anakku diterima dan kuliah di FKUI seperti aku dan suami ku dulu. Kami juga ketemu disana, dan itu juga mungkin satu satunya tujuan Allah SWT memasukkan aku kuliah di FKUI, supaya ketemu dengan calon suamiku. Karena sekarang aku juga tidak berkarir sebagai seorang dokter. Aku lebih sebagai ibu rumah tangga yang pendidikan anak-anakku adalah  hal yang nomor satu buatku, dan kerjaan sampingan ku adalah berdagang.

Terhadap postingan teman-temanku itu aku teringat suatu surat di dalam Al Quranul Karim. “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan diantara kamu serta berbangga bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan  ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadid 20).

Hmmm bisakah itu disamakan dengan berbangga-bangga seperti ayat di atas? Berbangga-bangga atas prestasi anak tentang kesuksesannya di muka bumi? Mungkin karena ayat itulah aku merasa postingan-postingan itu seperti suatu ajang pameran, yang membuat hatiku sedikit tidak nyaman.  Ditambah lagi, ini adalah pencapain ilmu untuk kehidupan duniawi.

Kenapa nggak ngiri-ngiri amat? Hmm…kenapa ya? Mungkin karena cara pandangku kini sudah berbeda. Mungkin parameter keberhasilannya sedikit berbeda. Buat apa pencapaian ilmu dunia ditinggikan ketika ia belum berhasil mempelajari ilmu Al-Quran dan Hadist. Menurutku jauh lebih membanggakan jika ia mau belajar ilmu Al-Quran dan menghafalkannya. Mengerikan sekali melihat mereka berbangga-bangga untuk pencapaian ilmu duniawi yang tidak dikaitkan dengan Al-Quran.

 

Buatku kelulusan Abrar  itu adalah hal yang harus disyukuri, ketidak lulusannya pun juga suatu yang harus disyukuri, maka postinganku di FB hanya berbunyi “alhamdulillah alla kulli hal”. Karena baik lulus atau tidak lulus, Allah SWT sudah punya rencana sendiri buat Abrar. Rencana terbaik yang selalu kupinta dalam setiap doaku. Meskipun aku tetap meminta kelulusannya di FKUI tapi alla kulli hal Allah SWT yang lebih tahu mana yang terbaik buatnya.

Nak, sungguh ibumu ini lebih bangga kalau engkau menjadi hafidz Quran. Lebih membanggakan lagi jika menjadi dokter yang hafidz Quran.

Kembali ke judul nih, apa sih yang dibanggakan dengan postingan kelulusan anak di PTN? padahal jika anakmu itu mati besok, nggak kan ditanya juga kok tentang prestasi kelulusannya di PTN… betul nggak bu? Adakah kelulusannya itu akan menemaninya di kubur nya besok? ahh tidak juga! jadi apa yang dibanggakan..? apakah akan menjadi amal jariah buat orang tuanya? Belumm kaliii, masih jauh.. baru aja diterima kok.. belum action memberikan amal jariah. iya kan.. Ahh nggak ngerti juga saya.. mungkin itulah yang Allah SWT maksud dalam QS. Al Hadid 20. “Mereka akan berbangga bangga dengan banyaknya harta dan anak.”

Akhirnya aku meneruskan membaca lanjutan ayat 20 itu… ternyata ada jawabannya.

Allah justru menyuruh kita berlomba-lomba mengejar ampunan dari Allah  dan mengejar surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar (QS. Al Hadid 21).

Merinding aku membacanya, karena yang harus dikejar itu adalah ampunan Allah dan surga yang Allah siapkan bagi orang-orang beriman. Kok ini kita malah sibuk pamer postingan kelulusan di FB?? yang tentu saja membuat sebagian orang ngiri, dan merasa dirinya lebih dari yang lain. Padahal Allah SWT tidak melihat itu.

Terusss baca ke ayat 22.  “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah SWT.”

jadi buat yang nggak lulus dan merasa itu menjadi bencana buatnya. nggak usah sedih yaa.. karena itu juga sudah tertulis di lauh mahfuzh. dan lagi pula belum tentu juga itu suatu bencana, bisa jadi ketidak lulusan mu itu suatu barokah dari Allah SWT. wallahu a’lam. karena sesungguhnya membuat lulus atau tidak lulus adalah hal yang mudah bagi Allah SWT.

Terus lanjut ayat 23. “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada mu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Hmmm… tuh.. buat anandaku, anak-anak yang tidak lulus… Allah sudah kasih peringatan untuk tidak terlalu berduka dengan apa yang tidak bisa kamu raih saat ini.  Dan buat yang anak-anakku yang lulus, terutama nih buat emak-emaknya… nggak usah terlalu gembira, karena itu semua pemberian Allah SWT. Ingat deh… Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Alhamdulillah, hati ini menjadi adem….karena lulus atau tidak lulus sudah jadi ketentuan Allah SWT.

Dan ingat !!! yang harus dikejar itu adalah ampunan Allah dan surga-Nya yang seluas langit dan bumi yang Allah siapkan untuk hamba-Nya yang beriman.

Hmmm… lumayan nih buat tausyiah besok pagi.

Ramadhan 25, 1438 H / Juni 20, 2017.

Elia Barasila.

 

Bubur Pontianak

Teringat masa kecilku, bubur ini jualannya di halaman sekolahku, di daerah perbatasan antara SD dan SMP Muhammadiyah.

Isinya ada ikan teri goreng, kacang tanah goreng, irisan tipis tahu yang kemudian diberi kuah daging dan minyak bawang putih. Tak lupa di sambel cabe rawit khas pontianak dan jeruk kimchi…. sedap.. nanti pulang ke Cibubur… bikin ahhh…

Sekolahku : SD Muhammadiyah 2 , Pontianak.

Sekolah ini didirikan tahun 1975, jadi hingga kini tahun 2017 sudah berdiri selama 42 tahun. Ketika itu 3 tahun setelah kedua orang tua ku pindah ke Kalimantan Barat,  aku harus masuk sekolah dasar. Tapi ketika mencari sekolah islam, mereka berdua tidak menemukannya. Tahun lalu ketika kakakku masuk sekolah, ibuku memasukkannya ke SD. Bruder, ditemukan banyak sekali masalah ketika kakakku sekolah disana, dari yang harus mengikuti tata cara mereka berdoa, meskipun kami bukan beragama Nasrani.